adanya pemberlakukan UU JKN yang menuntut Rumah sakit bekerjasama dengan BPJS telah meruntuhkan anggapan “ BERKUALITAS BAIK HARUS MAHAL”, menjadi Pelayanan Kesehatan yang BERKUALITAS BAIK dan HARGA TERJANGKAU.
Saat ini sudah hampir 65% Rumah sakit menyatakan ikut dan sisanya 35% masing wait and see untuk bergabung menjadi mitra BPJS.
Munculnya PELAYANAN DENGAN HARGA TERJANGKAU tapi BERKUALITAS BAIK bukanlah tanpa di latar belakangi pengetahuan dan teknologi, apa kata CK. PRAHALAD (professor Columbia University) tentang LOW COST COMPANY dalam bukunya“The fortune at the bottom of the pyramid, eradicating poverty through profits” mengatakan bahwa: Ekonomi yang adil berbasis pengetahuan dan pertumbuhan ekonomi akan di dorong oleh konsep dan strategi industry yang memberi kesempatan kepada masyarakat berpenghasilan menengah bawah selaku produsen dan konsumen potensial, karena JUMLAHNYA SANGAT BESAR (68% dari total penduduk dunia).
Oleh Karenanya banyak pelaku bisnis diluar rumah sakit mengamini hal tsb dengan menyediakan pelayanan SEBAIK-BAIKNYA dengan HARGA TERJANGKAU untuk melayani masyarakat yang mayoritas berpenghasilan menengah -bawah,
Bangsa China telah memberi pembelajaran Global tentang Perusahaan dengan keunggulan BIAYA RENDAH berbasis INOVASI PROSES yang telah melahirkan banyak produk yang memiliki kualitas yang sangat baik, setara atau melebihi produk-produk Negara barat tapi tetap BERHARGA MURAH.
Salah satu contoh INOVASI PROSES yang menghasilkan HARGA TERJANGKAU sebetulnya juga telah ditunjukan oleh Perusahaan Jepang: TOYOTA yang membangun model TOYOTA PRODUCTION SYSTEM (TPS) dimana hal ini merupakan INOVASI PROSES pada lini OPERASI dan PRODUKSI dan hasilnya membuat semua produk perusahaan tersebut BERHARGA TERJANGKAU tetapi tetap dengan KUALITAS yang HANDAL.
Hasil survey majalah SWA pada edisi beberapa waktu yang lalu untuk pertanyaan yang sangat mendasar yakni: Bagaimana solusi CEO secara strategic dalam menghadapi daya beli konsumen yang akan menurun pada periode mendatang, akibat krisis ekonomi global. Atas pertanyaan ini terdapat dua jawaban yang sangat menonjol dengan angka jawaban diatas 50% dari para CEO yaitu: 70,59% menjawab mencari pasar baru dan 52,94% menyediakan produk dengan harga terjangkau.
Dengan harga terjangkau, berarti perusahaan harus melakukan INOVASI PROSES yang bersifat terbuka dan tanpa batas diperusahan, baik di fungsi operasi, produksi, layanan untuk menurunkan BIAYA agar PRODUK akhirnya terjangkau oleh daya beli pelanggan.
Untuk merealisasikan itu semua melalui INOVASI PROSES internal, Perusahaan harus memiliki PETA PROSES , PETA OPERASIONAL DAN PROSES BISNIS yang terintegrasi baik internal maupun eksternal dengan pemasoknya.
Hal ini akan memudahkan Rumah sakit untuk melakukan PEMBENAHAN INTERNAL baik dari sisi product development, Operational system dan system delivery.
Tentunya hal ini perlu didukung pula oleh kemauan dan kesungguhan pemangku kepentingan dalam sebuah keterikatan formal untuk penyempurnaan dan perbaikan proses serta aktivitas perusahaan secara terus menerus sebagai bagian dari kerja inovasi proses.
Semua ini agar Rumah sakit dapat BERDAYA SAING secara berkelanjutan sehingga Rumah sakit mampu memposisikan sebagai LOW COST HOSPITAL yang sudah menjadi KEINGINAN UTAMA PASIEN RUMAH SAKIT saat ini di SEGMEN MIDDLE – LOW.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar