saya benar-benar mengamini orang jepang KENAPA KITA DISURUH GEMBA? dan selama di Rs. Pelni saya jalani tanpa banyak bertanya lagi tentang Gemba, saya cuma ingin membuktikan bahwa GO TO SEE, YOU MEET PROBLEM.
perawat adalah salah satu pelayan medis favorite yang selalu saya kunjungi, karena setiap hari bertemu selalu ada permasalahan baru yang muncul dari celotehan para perawatnya yang keluar dari hati nuraninya.
menggali permasalahan dari perawat pun sangat menarik karena dalam kesehariannya selain perawat harus ngurus pasien juga harus berkoordinasi dengan hampir 20 unit kerja internal baik unit medis, penunjang medis maupun penunjang non medis, jadi kalau membuka PINTU PERMASALAHAN rumah sakit BERDIALOG lah dengan PERAWAT karena perawat itu mayoritas pendiam (KECUALI PERAWAT KAMAR BEDAH, hehe.........) dan disetiap orang yang banyak diam banyak informasi tersembunyi terkait banyak pihak yang mensupport pelayanan rumah sakit. intinya KETEMU 1 PERAWAT kita bisa tau KINERJA dari 20 UNIT LAYANAN yang mensupportnya.
suatu hari saya berkunjung ke unit baru acute care dan berjumpa dengan beberapa perawat dengan pakaian dinas barunya, maklum unit ini memang baru dibuka beberapa waktu lalu. dengan sedikit memuji saya bilang WEH KEREN EUY bajunya baru.........
Perawatnya langsung nyaut, weh si Bapak nngak tau yah MERK baju ini CUCI - KERING.
lalu saya tanya, Merk apaan tuh baru denger?, gini pak sejak dibuka unit ini saya baru dikasih baju satu dan karena masuk setiap hari, saya setiap pulang harus langsung nyuci, dikeringin dan disetrika lagi untuk dipake besok pagi.
oh baru tau itumah bukan nama MERK kali, tapi CURHAT.............
yo wes nanti kita sampaikan kepada pihak berwenang, jiaaa si Bapak berat amet bahasanya.
ya udah nanti disini selain disediakan KAIZEN CARD kita siapkan juga CURHAT CARD ya. hehe.
Senin, 02 Februari 2015
ACUTE CARE menolak PASIEN
Seperti biasa, setiap pagi jadwalnya towaf rumah sakit untuk melihat permasalahan yang muncul dalam proses pelayanan kepada pasien.
pagi ini dijadwalkan untuk meeting dengan bagian IT, Rekam Medis dan Poliklinik untuk membahas evaluasi dari implementasi E-medical Record di Poliklinik, dan lokasi meeting disepakati di Ruangan Rekam Medis. meeting sendiri dihadiri oleh saya,, Pak narkim (IT), ibu endri (Rekam medis) dan dr. Merty (Ka. inst. Poliklnik).
selesai rapat yang berlangsung 45 menit, perjalanan dilanjutkan menuju ACUTE CARE sebagai unit baru yang tentunya masih banyak hal-hal detail yang harus di koreksi operasional pelayanannya baik dari sisi aliran layanan, SDM, peralatan dan logistik pendukungnya.
ada 1 hal menarik dari perbincangan 45 menit bersama dokter jaga dan para suster yang bertugas, yaitu: ACUTE CARE bisa menolak PASIEN
wah kedengerannya serem, karena ini terkait dengan kebijakan direksi yang mengintruksikan seluruh jajaran medisnya untuk tidak menolak pasien, dan kalau sampai dirut tau bisa DIKERAMASIN deh minjam bahasanya pak samdani.
rada penasaran, lalu saya bertanya kepada dokter jaga, dan beliau lanjut menjelaskan kenapa harus menolak pasien?,
begini pak nawolo: ini terkait dengan JUMLAH TOILET dan TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL kepada pasien.
kalau pasien yang akan diambil tindakan tidak membutuhkan KELUAR-MASUK TOILET its ok ACUTE CARE dengan senang hati akan menerima, tapi kalau pasien yang akan diambil tindakan intensitas PP (pulang pergi) ke toiletnya tinggi disini agak repot, karena TOILETNYA hanya satu.
emang ada pasien yang harus seperti itu?, ada pak nawolo, itu tuh pasien dengan tindakan KOLONOSKOPI.
kalau cuma 1 pasien kolonoskopi its ok kita menerimanya, tapi kalau ada 5 pasien barengan masuk, saya mending cuti pak nawolo soalnya belum punya pengalaman ngatur lalu lintas ngatur toilet yang cuma satu untuk 5 pasien KOLONOSKOPI. kebayangkan kalau BRAT BRET BROT nya bareng. hehe.
pagi ini dijadwalkan untuk meeting dengan bagian IT, Rekam Medis dan Poliklinik untuk membahas evaluasi dari implementasi E-medical Record di Poliklinik, dan lokasi meeting disepakati di Ruangan Rekam Medis. meeting sendiri dihadiri oleh saya,, Pak narkim (IT), ibu endri (Rekam medis) dan dr. Merty (Ka. inst. Poliklnik).
selesai rapat yang berlangsung 45 menit, perjalanan dilanjutkan menuju ACUTE CARE sebagai unit baru yang tentunya masih banyak hal-hal detail yang harus di koreksi operasional pelayanannya baik dari sisi aliran layanan, SDM, peralatan dan logistik pendukungnya.
ada 1 hal menarik dari perbincangan 45 menit bersama dokter jaga dan para suster yang bertugas, yaitu: ACUTE CARE bisa menolak PASIEN
wah kedengerannya serem, karena ini terkait dengan kebijakan direksi yang mengintruksikan seluruh jajaran medisnya untuk tidak menolak pasien, dan kalau sampai dirut tau bisa DIKERAMASIN deh minjam bahasanya pak samdani.
rada penasaran, lalu saya bertanya kepada dokter jaga, dan beliau lanjut menjelaskan kenapa harus menolak pasien?,
begini pak nawolo: ini terkait dengan JUMLAH TOILET dan TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL kepada pasien.
kalau pasien yang akan diambil tindakan tidak membutuhkan KELUAR-MASUK TOILET its ok ACUTE CARE dengan senang hati akan menerima, tapi kalau pasien yang akan diambil tindakan intensitas PP (pulang pergi) ke toiletnya tinggi disini agak repot, karena TOILETNYA hanya satu.
emang ada pasien yang harus seperti itu?, ada pak nawolo, itu tuh pasien dengan tindakan KOLONOSKOPI.
kalau cuma 1 pasien kolonoskopi its ok kita menerimanya, tapi kalau ada 5 pasien barengan masuk, saya mending cuti pak nawolo soalnya belum punya pengalaman ngatur lalu lintas ngatur toilet yang cuma satu untuk 5 pasien KOLONOSKOPI. kebayangkan kalau BRAT BRET BROT nya bareng. hehe.
Langganan:
Komentar (Atom)